Kurikulum Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan disusun berdasarkan peraturan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Tahun 2012, dan sesuai kebutuhan stakeholder. Kurikulum Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan juga disusun sesuai dengan kerangka kurikulum yang ditetapkan oleh universitas. Kurikulum ini terdiri dari Matakuliah Pengembangan Kepribadian Inti (MPK inti), Matakuliah Keilmuan dan Ketrampilan (MKK), Matakuliah Pengembangan Kepribadian Institusional, Matakuliah Dasar Keahlian (MDK), Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB), dan Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB). Matakuliah yang tergabung dalam kurikulum terdiri dari dua kelompok bidang yaitu bidang pedagogis dan bidang keilmuan teknik sipil. Kurikulum Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan ini mendukung visi dari Unesa dan menjalankan misi untuk meraih tujuan pendidikan. Kurikulum Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan ini direview dan diupdate secara periodik setiap 5 tahun sekali untuk disesuaikan dengan perkembangan keilmuan yang terjadi di luar program studi agar tetap memiliki proporsi inti keilmuan Pendidikan Teknik Bangunan yang signifikan. Kurikulum S1 PTB  ini telah disesuaikan dengan materi yang diajarkan di SMK dan mengadopsi paradigma baru pendidikan yaitu :

  1. Learner centred education/learning
  2. Continous improvement
  3. International accreditation and benchmarking dan BAN-PT

Untuk memperoleh gelar sarjana mahasiswa wajib menempuh minimal 144 SKS. Kurikulum Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan ini dirancang untuk 8 semester, dimana pada tahun pertama mahasiswa derikan pengetahuan-pengetahuan dasar baik dalam bidang pendidikan maupun ilmu ketekniksipilan, tahun kedua mahasiswa secara umum mendapatkan pengetahuan lanjutan dari teori dasar yang diperoleh dari tahun pertama, pada tahun ketiga mahasiswa diberikan kesempatan atau mengambil haknya untuk belajar di luar prodi (luar perguruan tinggi), sedangkan pada tahun keempat mahasiswa kembali ke Prodi untuk membuat final project yang berkaitan dengan masalah-masalah pembelajaran di sekolah kejuruan. Ilustrasi model kurikulum ditunjukkan pada gambar di bawah ini:



Beberapa pertimbangan yang dijadikan pijakan pengembangan kurikulum adalah sebagai berikut: 

  1. Tujuan Pendidikan: Evaluasi harus selaras dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Apakah kurikulum membantu mencapai tujuan akademik, sosial, dan psikologis yang diinginkan?
  2. Relevansi: Kurikulum harus relevan dengan kebutuhan siswa, masyarakat, dan dunia kerja saat ini. Evaluasi harus mempertimbangkan apakah materi pelajaran dan keterampilan yang diajarkan sesuai dengan tuntutan zaman.
  3. Efektivitas Pengajaran: Evaluasi harus menilai sejauh mana kurikulum ini berhasil dalam mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada siswa. Apakah metode pengajaran yang digunakan efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran?
  4. Responsif terhadap Kebutuhan Siswa: Kurikulum harus dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan individual siswa, termasuk berbagai gaya belajar dan tingkat kemampuan yang berbeda. Evaluasi harus mengukur sejauh mana kurikulum dapat menyediakan pendekatan yang inklusif dan diferensiasi.
  5. Keterlibatan Stakeholder: Evaluasi harus melibatkan berbagai pihak yang terlibat dalam pendidikan, seperti guru, siswa, orang tua, dan masyarakat. Pendapat mereka dapat memberikan wawasan penting tentang keberhasilan atau kekurangan kurikulum.
  6. Kesesuaian dengan Standar Pendidikan: Evaluasi harus menilai apakah kurikulum memenuhi standar nasional atau lokal yang ditetapkan untuk pendidikan.
  7. Evaluasi Berkelanjutan: Evaluasi kurikulum bukanlah proses sekali jalan, tetapi harus dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan bahwa perubahan-perubahan yang diperlukan dapat diimplementasikan sesuai kebutuhan.
  8. Efisiensi Sumber Daya: Evaluasi juga harus mempertimbangkan efisiensi penggunaan sumber daya pendidikan, termasuk waktu, tenaga pengajar, dan biaya yang dikeluarkan untuk mengimplementasikan kurikulum.
  9. Memenuhi tuntutan kurikulum MBKM, memberikan kesempatan belajar diluar kampus untuk membekali kompetensi lulusan. 
  10. Menyesuikan konteks kehidupan era revolusi industry 4.0, yakni suatu era industri yang seluruh entitas di dalamnya dapat saling berkomunikasi secara real time kapan saja dengan berlandaskan pemanfaatan teknologi internet dan creative problem solving guna mencapai tujuan tercapainya kreasi nilai baru. 
  11. Tracer Study merupakan upaya pelacakan dan perekaman data kinerja lulusan dilakukan melalui kegiatan Tracer Study terhadap alumni, pengguna lulusan (user) serta stakeholder atau pemangku kepentingan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh data yang terukur, terarah, dan terorganisir berupa (a) informasi dari alumni mengenai perkembangan kompetensi yang dibutuhkan pasar kerja untuk bahan perbaikan kurikulum; (b) informasi tentang hal-hal positif dalam penerapan kurikulum di Prodi PTB Unesa yang perlu dipertahankan; (c) memperoleh data alumni Unesa seperti tempat kerja, bidang kerja, waktu tunggu memperoleh pekerjaan; serta (d) informasi dari pengguna lulusan tentang kualitas lulusan (kinerja, penguasaan, dan keterampilan yang perlu ditingkatkan). Melalui penggalian serta pemanfaatan data informasi secara rutin dan berkelanjutan, diharapkan Prodi PTB Unesa dapat memperoleh informasi yang akurat mengenai kondisi otentik berupa kualitas kompetensi/ kemampuan lulusan pada dunia kerja sekaligus tanggapan, kebutuhan dan harapan para pengguna lulusan beserta stakeholder terhadap kualitas yang telah, sedang dan akan dihasilkan. 
  12. Data Hasil Tracer Study S1 Pendidikan Teknik Bangunan Tahun 2023 dengan jumlah responden alumni 26 orang sebagai berikut:


Rekonstruksi struktur kurikulum yang digunakan dapat diunduh di sini: DETAIL

Strategi Pengembangan Prodi: DETAIL